Antusiasme Tukar Uang Baru di Polman Tinggi, Kuota Terbatas Picu Jasa Penukaran
Antusiasme masyarakat untuk tukar uang baru di Polman sangat tinggi. Namun, kuota terbatas memicu jasa penukaran dan membuat beberapa warga harus membayar biaya tambahan. Pesan melalui Pintar Bi untuk mempermudah layanan.
LITERASI FINANSIALARTIKEL
3/13/20263 min read


Antusiasme Tukar Uang Baru di Polman Tinggi, Kuota Terbatas Picu Jasa Penukaran
Sistem pemesanan melalui PINTAR BI mempermudah layanan, tetapi keterbatasan kuota membuat sebagian warga terpaksa membeli uang baru dengan biaya tambahan.
Polewali Mandar – Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idulfitri terlihat tinggi di salah satu titik layanan penukaran uang program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Polewali Mandar, Kamis (12/3/2026).
Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi penukaran dengan membawa bukti pemesanan dari layanan digital PINTAR Bank Indonesia. Bagi sebagian masyarakat, mendapatkan uang pecahan baru bukan sekadar kebutuhan transaksi, tetapi sudah menjadi bagian dari tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak dan keluarga saat Idulfitri.
Gambar 1. Suasana penukaran uang di bank
Layanan penukaran di BSI Polewali Mandar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA. Masyarakat yang datang terlebih dahulu mengambil nomor antrean sebelum dipanggil oleh petugas teller untuk melakukan proses verifikasi data.
Seorang petugas keamanan di lokasi mengatakan bahwa penukar wajib datang sesuai jadwal yang tercantum pada bukti pemesanan.
“Jika pemesan tidak datang sesuai jadwal atau lewat dari jam 12 siang, maka penukarannya dinyatakan hangus,” ujarnya.
Wajib Mendaftar Melalui PINTAR BI
Sebelum melakukan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs resmi pintar.bi.go.id.
Melalui sistem tersebut, pemesan harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap sesuai KTP, serta alamat email. Setelah berhasil melakukan pemesanan, masyarakat akan memperoleh bukti reservasi penukaran uang rupiah yang harus dibawa saat datang ke lokasi layanan bersama KTP asli.
Di loket penukaran, petugas teller kemudian mencocokkan identitas penukar dengan data yang tercatat dalam sistem sebelum uang baru diberikan sesuai nominal yang telah dipesan.
Bank Indonesia juga menetapkan batas maksimal penukaran agar distribusi uang baru dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Adapun batas penukaran yang berlaku antara lain:
Pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000 maksimal 100 lembar per pecahan
Pecahan Rp20.000 maksimal 50 lembar
Pecahan Rp50.000 maksimal 50 lembar
Sistem Digital Sudah Digunakan Beberapa Tahun
Sistem pemesanan melalui PINTAR BI sendiri telah diterapkan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatur layanan penukaran uang rupiah agar lebih tertib dan terjadwal.
Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi perlu mengantre panjang tanpa kepastian kuota seperti yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun dalam praktiknya, keterbatasan kuota membuat tidak semua masyarakat berhasil memperoleh jadwal penukaran.
Kuota Terbatas, Muncul Jasa Penukaran
Tingginya permintaan uang baru menjelang Lebaran juga memunculkan fenomena jasa penukaran uang oleh perorangan. Mereka yang berhasil mendapatkan kuota penukaran kemudian menawarkan uang baru kepada masyarakat dengan biaya tambahan.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan beberapa forum percakapan lokal, biaya tambahan yang dikenakan berkisar antara Rp50.000 hingga Rp85.000 per ikat uang, tergantung pada jenis pecahan.
Selain keterbatasan kuota, sejumlah warga juga mengeluhkan proses pemesanan melalui situs PINTAR BI yang dinilai cukup sulit karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses secara bersamaan.
AR (29), warga Polewali, mengaku sempat mencoba melakukan pemesanan melalui situs tersebut, namun tidak berhasil karena antrean daring yang panjang dan jaringan yang tidak stabil.
“Capek menunggu lama sekali antreannya sampai empat jam. Tidak bisa jadi kerjaan, jadi berhenti saja,” ujarnya.
Keluhan serupa juga banyak disampaikan warga di media sosial, terutama terkait lamanya waktu tunggu saat proses pemesanan ketika kuota penukaran dibuka.
Suara Warga
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi penukaran mengaku harus mencoba beberapa kali sebelum berhasil mendapatkan slot pemesanan melalui sistem daring.
Rahma (34), warga Polewali, mengatakan dirinya sempat kesulitan mendapatkan jadwal penukaran melalui situs PINTAR BI karena kuota cepat penuh.
“Saya beberapa kali coba daftar, tapi selalu penuh. Untungnya akhirnya dapat jadwal hari ini. Uangnya mau dipakai bagi THR ke keponakan-keponakan nanti,” ujarnya.
Sejumlah warga lainnya juga mengaku merasa lega karena berhasil memperoleh kuota penukaran uang baru secara langsung melalui bank tanpa harus menggunakan jasa titip.
“Saya lega sekali karena bisa tukar langsung di bank. Tidak perlu bayar tambahan seperti jasa titip yang sekarang banyak ditawarkan,” kata salah seorang warga yang ditemui di lokasi penukaran.
Sementara itu, Ade (41), warga Wonomulyo, mengaku tidak berhasil memperoleh slot penukaran melalui sistem tersebut sehingga terpaksa membeli uang baru dari pihak lain.
“Sudah coba daftar tapi tidak dapat kuota. Jadi terpaksa cari dari orang yang sudah dapat penukaran. Memang ada tambahan biaya, tapi karena mau dipakai Lebaran jadi tetap dibeli,” katanya.
Keluhan terkait biaya tambahan dalam praktik jasa penukaran uang juga ramai dibicarakan di media sosial. Salah seorang warga Polewali yang berkomentar di Facebook menyinggung tingginya biaya jasa titip penukaran uang baru.
“Rp70.000 jastipx. Innalillahi, Allah masih kasih ka akal sehat untuk berpikir keras tukar uang baru,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Komentar tersebut mencerminkan respons beragam masyarakat terhadap fenomena jasa penukaran uang yang muncul akibat tingginya permintaan uang pecahan baru menjelang Idulfitri.
Tradisi Lebaran
Permintaan terhadap uang pecahan baru memang selalu meningkat setiap menjelang Idulfitri. Bagi masyarakat Indonesia, uang baru sering dibagikan sebagai THR kepada anak-anak dan kerabat, sehingga kebutuhan terhadap pecahan kecil biasanya melonjak selama bulan Ramadan.
Melalui program SERAMBI, Bank Indonesia berupaya memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar sekaligus menjaga distribusi uang tunai tetap tertib menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sri Irmayanti Asyhari – Polewali Mandar




Inspirasi
Kolaborasi
Pembelajaran
info@ruangpemuda.info
085145459727
© 2024. All rights reserved.
