Peran Bahasa dalam Situasi Sosial
Bahasa tidak hadir dalam ruang kosong. Dalam interaksi, sistem bahasa melibatkan kata, kalimat, dan tata bahasa, serta mempertimbangkan konteks sosial, lokasi, dan tujuan percakapan. Temukan lebih lanjut tentang hubungan antara bahasa dan situasi sosial di sini.
SOSIOLINGUISTIK
9/22/202610 min read
BAB 1 HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP SOSIOLINGUISTIK
Aco Nasir, S.Pd.I., M.Pd
A. Pengantar
Bahasa tidak pernah hadir dalam ruang yang kosong. Ketika seseorang berbicara, ia tidak hanya menggunakan sistem bahasa berupa kata, kalimat, dan aturan tata bahasa, tetapi juga mempertimbangkan siapa yang diajak berbicara, di mana percakapan berlangsung, apa tujuan pembicaraan, serta situasi sosial yang melingkupinya.
Perhatikan beberapa contoh berikut.
“Kamu sudah makan?”
Kalimat tersebut dapat digunakan ketika berbicara dengan teman sebaya. Namun, ketika berbicara kepada dosen atau orang yang lebih tua, seorang mahasiswa mungkin akan menggunakan bentuk yang lebih santun, misalnya:
“Bapak/Ibu sudah makan?”
Dalam situasi yang lebih formal, seseorang mungkin mengatakan:
“Apakah Bapak/Ibu sudah makan?”
Ketiga bentuk tersebut pada dasarnya menyampaikan maksud yang sama, tetapi pilihan bahasanya berbeda. Perbedaan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan struktur bahasa, tetapi juga berkaitan dengan hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur, situasi komunikasi, tingkat keformalan, serta norma yang berlaku dalam masyarakat.
Di sinilah sosiolinguistik menjadi penting.
Sosiolinguistik membantu kita memahami bahwa bahasa dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat. Bahasa dapat mencerminkan identitas sosial, latar belakang penutur, hubungan kekuasaan, kelompok sosial, lingkungan, bahkan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Wardhaugh dan Fuller menempatkan kajian mengenai bahasa, masyarakat, variasi bahasa, identitas, multilingualisme, pendidikan, serta kebijakan bahasa sebagai bagian penting dalam studi sosiolinguistik. Edisi kedelapan buku mereka diterbitkan pada 2021. Wiley Store
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab 1, mahasiswa diharapkan mampu:
1. menjelaskan pengertian sosiolinguistik;
2. menjelaskan hubungan antara bahasa dan masyarakat;
3. mengidentifikasi objek kajian sosiolinguistik;
4. menjelaskan ruang lingkup kajian sosiolinguistik;
5. membedakan sosiolinguistik dengan linguistik umum;
6. memberikan contoh fenomena kebahasaan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dikaji secara sosiolinguistik;
7. membandingkan definisi sosiolinguistik dari beberapa ahli; dan
8. menyusun ringkasan definisi sosiolinguistik berdasarkan sumber akademik.
Apa Itu Sosiolinguistik?
Secara sederhana, istilah sosiolinguistik dapat dipahami sebagai gabungan antara sosiologi dan linguistik.
Sosio- berkaitan dengan masyarakat atau kehidupan sosial.
Linguistik berkaitan dengan ilmu yang mempelajari bahasa.
Dengan demikian, sosiolinguistik merupakan bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat.
Namun, pengertian tersebut masih sangat umum. Sosiolinguistik tidak sekadar mempelajari bahasa yang digunakan masyarakat. Kajian ini berusaha menjelaskan bagaimana faktor-faktor sosial memengaruhi penggunaan bahasa dan bagaimana penggunaan bahasa berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat.
Holmes dan Wilson, misalnya, membahas peran bahasa dalam berbagai konteks sosial dan bagaimana bahasa digunakan untuk menandai serta menafsirkan aspek-aspek identitas sosial. Google Books
Dengan perspektif tersebut, seorang mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia tidak cukup hanya mengetahui apakah sebuah kalimat benar secara tata bahasa. Ia juga perlu memahami:
mengapa seseorang memilih bentuk bahasa tertentu;
kepada siapa bentuk bahasa tersebut digunakan;
dalam situasi apa bentuk tersebut digunakan;
mengapa suatu kelompok masyarakat memiliki cara berbicara tertentu;
bagaimana bahasa menunjukkan identitas seseorang; dan
bagaimana perubahan sosial dapat memengaruhi perubahan bahasa.
Bahasa dan Masyarakat
Bahasa merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat. Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, menyampaikan gagasan, membangun hubungan sosial, menunjukkan identitas, dan menjalankan berbagai aktivitas sosial.
Hubungan bahasa dan masyarakat dapat dilihat dalam berbagai situasi.
Contoh 1: Bahasa dan usia
Cara berbicara anak-anak berbeda dengan cara berbicara orang dewasa. Demikian pula bahasa yang digunakan oleh remaja dapat berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang tua.
Misalnya, dalam percakapan informal anak muda sering ditemukan ungkapan:
“Santai aja.”
“Gas!”
“Bentar.”
“Keren banget!”
Sementara dalam situasi formal, seseorang mungkin memilih:
“Tidak masalah.”
“Mari kita mulai.”
“Mohon menunggu sebentar.”
“Hal tersebut sangat menarik.”
Perbedaan tersebut dapat menjadi objek kajian sosiolinguistik.
Contoh 2: Bahasa dan pekerjaan
Seorang dokter, guru, pengacara, pedagang, nelayan, mahasiswa, dan programmer dapat memiliki istilah-istilah khusus yang berkaitan dengan profesinya.
Misalnya, dalam lingkungan akademik kita mengenal istilah:
kurikulum, capaian pembelajaran, asesmen, seminar, skripsi, penelitian, publikasi.
Istilah tersebut mungkin sangat umum bagi mahasiswa, tetapi belum tentu dipahami dengan cara yang sama oleh masyarakat di luar lingkungan akademik.
Contoh 3: Bahasa dan tempat
Masyarakat yang tinggal di wilayah berbeda dapat menggunakan variasi bahasa yang berbeda.
Di Indonesia, kita dapat menemukan berbagai bahasa daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, Bugis, Makassar, Mandar, Minangkabau, Bali, dan sebagainya.
Seorang penutur juga dapat berpindah dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia bergantung pada situasi komunikasinya.
Contoh 4: Bahasa dan situasi
Seorang mahasiswa mungkin berbicara kepada temannya:
“Besok jadi masuk kelas, kan?”
Tetapi ketika menyampaikan pesan kepada dosen, ia dapat menggunakan:
“Selamat pagi, Pak. Mohon izin bertanya, apakah perkuliahan besok tetap dilaksanakan sesuai jadwal?”
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa situasi sosial memengaruhi pilihan bahasa.
E. Definisi Sosiolinguistik Menurut Para Ahli
Untuk memahami konsep sosiolinguistik secara lebih mendalam, mahasiswa perlu membandingkan beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli.
1. Ronald Wardhaugh dan Janet M. Fuller
Wardhaugh dan Fuller membahas sosiolinguistik sebagai kajian yang berkaitan dengan hubungan bahasa dan masyarakat, termasuk bagaimana faktor sosial berhubungan dengan penggunaan dan variasi bahasa.
Buku An Introduction to Sociolinguistics edisi kedelapan karya Wardhaugh dan Fuller diterbitkan Wiley pada 2021. Cakupan bukunya meliputi variasi bahasa, kelompok sosial, identitas, multilingualisme, bahasa dan masyarakat, pendidikan, keadilan sosial, serta kebijakan dan perencanaan bahasa. Google Books
Inti pemahaman:
Sosiolinguistik melihat bahasa tidak hanya sebagai sistem linguistik, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
2. Janet Holmes dan Nick Wilson
Holmes dan Wilson memberikan perhatian besar terhadap hubungan antara bahasa, konteks sosial, identitas, variasi bahasa, dan perubahan bahasa.
Buku An Introduction to Sociolinguistics edisi kelima diterbitkan oleh Routledge pada 2017 dan secara khusus membahas peran bahasa dalam berbagai konteks sosial serta penggunaan bahasa dalam menandai dan memahami identitas sosial. Google Books
Inti pemahaman:
Bahasa merupakan bagian dari tindakan sosial dan penggunaannya dapat memberikan informasi tentang identitas serta hubungan sosial penuturnya.
3. Abdul Chaer dan Leonie Agustina
Dalam tradisi kajian sosiolinguistik di Indonesia, Chaer dan Agustina merupakan salah satu rujukan penting. Buku Sosiolinguistik: Perkenalan Awal membahas sosiolinguistik sebagai kajian yang berkaitan dengan bahasa dalam hubungannya dengan masyarakat. Buku tersebut juga membahas berbagai persoalan seperti variasi bahasa, kedwibahasaan, diglosia, alih kode, campur kode, serta kebijakan dan perencanaan bahasa. UNJ Library
Inti pemahaman:
Sosiolinguistik mengkaji bahasa dalam kaitannya dengan masyarakat serta berbagai persoalan penggunaan bahasa yang muncul dalam kehidupan sosial.
F. Persamaan dan Perbedaan Pandangan Para Ahli
Dari ketiga pandangan tersebut dapat ditemukan beberapa titik temu.
Ahli
Fokus utama
Wardhaugh & Fuller
Hubungan bahasa dan masyarakat serta struktur sosial yang berkaitan dengan bahasa
Holmes & Wilson
Bahasa dalam konteks sosial, variasi, identitas, dan perubahan bahasa
Chaer & Agustina
Bahasa dalam masyarakat dan berbagai fenomena penggunaan bahasa
Meskipun memiliki penekanan yang berbeda, ketiganya menunjukkan satu gagasan penting:
Bahasa tidak dapat dipahami secara utuh tanpa memperhatikan masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut.
Inilah salah satu gagasan dasar yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki pembahasan sosiolinguistik yang lebih kompleks.
G. Ruang Lingkup Sosiolinguistik
Sosiolinguistik memiliki ruang lingkup yang luas. Beberapa fenomena yang dapat menjadi objek kajiannya antara lain sebagai berikut.
1. Variasi Bahasa
Bahasa tidak digunakan dengan cara yang sama oleh semua orang.
Variasi bahasa dapat muncul karena:
perbedaan daerah;
usia;
jenis kelompok sosial;
pendidikan;
pekerjaan;
situasi;
tujuan komunikasi;
hubungan antara penutur dan mitra tutur.
Contoh:
“Saya tidak tahu.”
Dalam situasi informal dapat berubah menjadi:
“Nggak tahu.”
Perbedaan tersebut dapat dianalisis berdasarkan konteks sosial penggunaannya.
2. Dialek
Dialek merupakan variasi bahasa yang berkaitan dengan kelompok atau wilayah tertentu.
Misalnya, bahasa Indonesia yang digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah dapat memiliki ciri tertentu karena adanya pengaruh bahasa daerah.
Fenomena tersebut menarik untuk dikaji karena memperlihatkan hubungan antara bahasa, wilayah, dan identitas sosial.
3. Idiolek
Setiap individu memiliki karakteristik penggunaan bahasa yang relatif khas.
Misalnya, seorang dosen tertentu mungkin memiliki ungkapan yang sering digunakan dalam mengajar:
“Baik, kita kembali ke pokok pembahasan.”
Jika ungkapan tersebut digunakan berulang kali, mahasiswa mungkin mengenalinya sebagai ciri khas dosen tersebut.
Penggunaan bahasa individual seperti ini dapat dikaji sebagai bagian dari variasi bahasa.
4. Register
Register berkaitan dengan penggunaan bahasa tertentu dalam bidang atau situasi tertentu.
Contoh register akademik:
abstrak, metodologi, variabel, hipotesis, instrumen, sitasi.
Contoh register olahraga:
pertandingan, striker, penalti, wasit, skor.
Contoh register teknologi:
server, aplikasi, database, coding, jaringan.
5. Ragam Bahasa
Ragam bahasa dapat dibedakan berdasarkan situasi dan tingkat formalitas.
Misalnya:
Ragam formal:
“Mahasiswa diminta mengumpulkan tugas sebelum pukul 23.59.”
Ragam informal:
“Jangan lupa kumpul tugas malam ini, ya.”
Keduanya dapat digunakan secara tepat, tetapi dalam konteks yang berbeda.
6. Bilingualisme dan Multilingualisme
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki kekayaan bahasa.
Seorang mahasiswa dapat menguasai:
bahasa daerah;
bahasa Indonesia;
bahasa Inggris;
atau bahasa lainnya.
Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam kehidupan seseorang atau masyarakat menjadi salah satu objek kajian penting sosiolinguistik.
7. Alih Kode dan Campur Kode
Dalam percakapan sehari-hari, seseorang dapat berpindah dari satu bahasa ke bahasa lainnya.
Contoh:
“Nanti kita meeting jam dua, ya.”
Kata meeting berasal dari bahasa Inggris, sementara struktur kalimatnya menggunakan bahasa Indonesia.
Contoh lain:
“Besok saya ke kampus dulu, after that saya langsung pulang.”
Fenomena tersebut dapat dikaji dari perspektif campur kode dan alih kode, dengan memperhatikan konteks dan fungsi penggunaannya.
8. Bahasa dan Identitas
Bahasa dapat menjadi penanda identitas.
Melalui bahasa, seseorang dapat menunjukkan:
asal daerah;
kelompok sosial;
profesi;
komunitas;
kedekatan sosial;
tingkat formalitas hubungan.
Dalam masyarakat tertentu, pilihan kata atau aksen bahkan dapat menjadi petunjuk mengenai latar belakang sosial seorang penutur.
9. Bahasa dan Gender
Sosiolinguistik juga dapat mengkaji bagaimana penggunaan bahasa berkaitan dengan gender dan norma sosial.
Kajian seperti ini perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menganggap bahwa semua laki-laki atau semua perempuan menggunakan bahasa dengan cara yang sama.
Yang menjadi perhatian adalah pola penggunaan bahasa dalam kelompok dan konteks sosial tertentu.
10. Bahasa dan Kekuasaan
Bahasa juga memiliki hubungan dengan kekuasaan.
Perhatikan perbedaan:
“Tolong kumpulkan tugas hari ini.”
dan:
“Mahasiswa wajib mengumpulkan tugas hari ini.”
Keduanya memiliki maksud yang berbeda dalam hal tingkat kekuatan instruksi.
Dalam konteks sosial tertentu, pilihan bahasa dapat mencerminkan hubungan antara pihak yang memiliki kewenangan dan pihak yang menerima instruksi.
11. Sikap dan Ideologi Bahasa
Masyarakat sering memiliki penilaian tertentu terhadap suatu bahasa atau variasi bahasa.
Misalnya, suatu ragam bahasa dapat dianggap:
formal;
santai;
sopan;
kasar;
bergengsi;
kurang bergengsi;
cocok untuk pendidikan;
cocok untuk percakapan sehari-hari.
Penilaian tersebut juga menjadi objek penting dalam sosiolinguistik karena berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap bahasa.
12. Perubahan Bahasa
Bahasa selalu berkembang.
Kosakata baru dapat muncul karena perkembangan:
teknologi;
media sosial;
budaya populer;
ekonomi;
pendidikan;
politik;
komunikasi global.
Misalnya, istilah seperti:
upload, download, posting, viral, konten, followers, live streaming
telah menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari banyak penutur bahasa Indonesia.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bahasa tidak bersifat statis.
Sosiolinguistik dan Linguistik Umum
Mahasiswa sering bertanya:
“Apa perbedaan linguistik dengan sosiolinguistik?”
Pertanyaan ini penting karena keduanya sama-sama mempelajari bahasa, tetapi memiliki fokus yang berbeda.
Linguistik umum
Linguistik secara umum mempelajari bahasa sebagai sistem. Bidang yang sering dibahas antara lain:
fonetik;
fonologi;
morfologi;
sintaksis;
semantik;
pragmatik.
Pertanyaan yang muncul misalnya:
Bagaimana sebuah kata dibentuk?
Bagaimana bunyi bahasa dihasilkan?
Bagaimana struktur sebuah kalimat?
Bagaimana makna dibentuk?
Sosiolinguistik
Sosiolinguistik lebih menekankan hubungan antara bahasa dan masyarakat.
Pertanyaan yang muncul misalnya:
Mengapa seseorang menggunakan bahasa formal kepada dosen tetapi bahasa informal kepada teman?
Mengapa masyarakat di daerah berbeda menggunakan variasi bahasa yang berbeda?
Mengapa seseorang berpindah bahasa ketika berbicara dengan orang tertentu?
Mengapa bahasa anak muda berbeda dengan bahasa generasi sebelumnya?
Tabel Perbandingan
Aspek
Linguistik Umum
Sosiolinguistik
Fokus
Bahasa sebagai sistem
Bahasa dalam masyarakat
Perhatian
Struktur dan sistem bahasa
Hubungan bahasa dan faktor sosial
Contoh
Struktur kalimat
Pilihan bahasa berdasarkan situasi
Pertanyaan
Bagaimana kalimat dibentuk?
Mengapa bentuk tertentu digunakan?
Faktor sosial
Tidak selalu menjadi fokus utama
Menjadi unsur penting
Contoh kajian
Fonologi, morfologi, sintaksis
Dialek, variasi, register, alih kode
Namun, perbedaan tersebut bukan berarti keduanya terpisah sepenuhnya. Linguistik dan sosiolinguistik dapat saling melengkapi.
I. Contoh Fenomena Sosiolinguistik dalam Kehidupan Mahasiswa
Agar konsep tidak berhenti pada teori, mari melihat kehidupan mahasiswa.
Bayangkan seorang mahasiswa menggunakan bahasa berikut:
Ketika berbicara dengan teman
“Nanti habis kelas kita makan, yuk.”
Ketika berbicara dengan dosen
“Pak, apakah setelah perkuliahan saya boleh berkonsultasi sebentar?”
Ketika mengirim pesan di grup kelas
“Teman-teman, jangan lupa tugas dikumpul malam ini.”
Ketika menulis makalah
“Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa dalam interaksi mahasiswa menunjukkan adanya variasi berdasarkan konteks sosial.”
Mahasiswa yang sama menggunakan bentuk bahasa yang berbeda.
Mengapa?
Karena:
mitra tuturnya berbeda;
tujuan komunikasinya berbeda;
situasinya berbeda;
tingkat formalitasnya berbeda;
media komunikasinya berbeda.
Inilah fenomena yang menjadi perhatian sosiolinguistik.
Mengapa Sosiolinguistik Penting bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia?
Sosiolinguistik memiliki relevansi yang sangat kuat bagi calon guru Bahasa Indonesia.
Seorang guru tidak mengajar bahasa kepada peserta didik yang homogen. Peserta didik dapat berasal dari:
daerah yang berbeda;
keluarga yang berbeda;
lingkungan sosial yang berbeda;
latar budaya yang berbeda;
kelompok bahasa yang berbeda.
Karena itu, guru perlu memahami bahwa perbedaan penggunaan bahasa tidak selalu berarti “salah bahasa”.
Misalnya, seorang siswa menggunakan kosakata daerah ketika berbicara dengan teman.
Guru perlu memahami:
Apakah penggunaan tersebut memang tidak sesuai dengan konteks pembelajaran, atau merupakan bagian dari identitas dan latar sosial siswa?
Dalam konteks pendidikan, pemahaman sosiolinguistik dapat membantu guru memilih strategi pembelajaran bahasa yang lebih kontekstual.
Kajian sosiolinguistik kontemporer juga mencakup bidang pendidikan, bahasa dan keadilan sosial, serta kebijakan dan perencanaan bahasa. Google Books
Sosiolinguistik dalam Era Digital
Sosiolinguistik menjadi semakin relevan pada era media sosial.
Perhatikan beberapa ungkapan berikut:
“spill dong”
“OTW”
“FYI”
“gaskeun”
“auto viral”
“relate banget”
“literally”
“wkwk”
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media digital menjadi ruang baru bagi perkembangan variasi bahasa.
Mahasiswa dapat mengkaji:
bahasa di TikTok;
bahasa di Instagram;
bahasa di WhatsApp;
bahasa dalam komentar YouTube;
bahasa dalam komunitas gim;
bahasa dalam forum daring.
Pertanyaan yang dapat diajukan:
Mengapa pengguna media sosial memilih kata tertentu?
Siapa yang menggunakan bentuk tersebut?
Dalam komunitas apa bentuk tersebut digunakan?
Apa fungsi penggunaan bahasa tersebut?
Apakah istilah tersebut bertahan atau berubah?
Dengan demikian, sosiolinguistik tidak hanya berbicara tentang bahasa dalam percakapan tatap muka, tetapi juga tentang bahasa dalam masyarakat digital.
Kesimpulan
Sosiolinguistik merupakan bidang kajian yang mempertemukan bahasa dan kehidupan sosial masyarakat.
Bahasa tidak hanya merupakan sistem yang memiliki aturan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Bahasa juga digunakan oleh manusia dalam situasi sosial tertentu.
Oleh karena itu, penggunaan bahasa dapat dipengaruhi oleh:
siapa penuturnya;
siapa mitra tuturnya;
tempat komunikasi;
tujuan komunikasi;
situasi;
usia;
kelompok sosial;
pekerjaan;
pendidikan;
budaya;
identitas;
serta perkembangan masyarakat.
Ruang lingkup sosiolinguistik mencakup berbagai fenomena, antara lain variasi bahasa, dialek, idiolek, register, ragam bahasa, bilingualisme, multilingualisme, alih kode, campur kode, bahasa dan identitas, bahasa dan kekuasaan, sikap bahasa, ideologi bahasa, serta perubahan bahasa.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, pemahaman terhadap sosiolinguistik penting karena bahasa yang diajarkan di sekolah selalu digunakan oleh peserta didik dalam konteks sosial dan budaya tertentu.
Aktivitas Pembelajaran Mahasiswa
Aktivitas 1 – Amati Bahasa di Sekitar Anda
Mahasiswa diminta mengamati percakapan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Pilih salah satu:
kampus;
rumah;
pasar;
warung;
organisasi mahasiswa;
grup WhatsApp;
media sosial.
Catat 5 contoh penggunaan bahasa yang menurut Anda menarik.
Kemudian jawab:
1. Siapa penuturnya?
2. Siapa mitra tuturnya?
3. Di mana komunikasi berlangsung?
4. Apa tujuan komunikasinya?
5. Apakah bahasa yang digunakan formal atau informal?
6. Apakah terdapat variasi bahasa?
7. Faktor sosial apa yang mungkin memengaruhi pilihan bahasa tersebut?
Latihan Utama: Definisi Sosiolinguistik Menurut Tiga Ahli
Petunjuk Tugas
Carilah tiga definisi sosiolinguistik dari tiga ahli yang berasal dari sumber akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mahasiswa dapat menggunakan, misalnya:
1. Ronald Wardhaugh & Janet M. Fuller;
2. Janet Holmes & Nick Wilson;
3. Abdul Chaer & Leonie Agustina.
Kemudian buatlah ringkasan dengan format berikut.
No.
Ahli
Definisi
Kata Kunci
Interpretasi Mahasiswa
1
…
…
…
…
2
…
…
…
…
3
…
…
…
…
Ketentuan
Setiap mahasiswa wajib:
menggunakan minimal 3 sumber akademik;
mencantumkan nama ahli;
mencantumkan tahun terbit;
menuliskan definisi dengan parafrasa, bukan sekadar menyalin;
mengidentifikasi kata kunci dari setiap definisi;
membandingkan ketiga definisi;
membuat kesimpulan pribadi berdasarkan hasil perbandingan.
Pertanyaan Analisis
Setelah membuat tabel, jawablah pertanyaan berikut:
1. Apa persamaan ketiga definisi tersebut?
2. Apa perbedaan penekanan dari masing-masing ahli?
3. Menurut Anda, mengapa masyarakat menjadi unsur penting dalam kajian bahasa?
4. Berikan satu contoh fenomena bahasa di lingkungan Anda yang dapat dikaji menggunakan pendekatan sosiolinguistik.
Forum Diskusi Kelas Online
Topik diskusi:
“Apakah penggunaan bahasa yang berbeda dalam situasi yang berbeda menunjukkan bahwa seseorang tidak konsisten berbahasa?”
Tuliskan pendapat Anda dalam 150–250 kata.
Gunakan minimal satu contoh nyata dari kehidupan sehari-hari.
Setelah memposting jawaban, berikan tanggapan terhadap minimal dua postingan teman dengan argumen yang konstruktif.
P. Kuis Pemahaman
Pilihan Ganda
1. Sosiolinguistik terutama mempelajari hubungan antara ....
A. bahasa dan sastra
B. bahasa dan masyarakat
C. bahasa dan matematika
D. bahasa dan teknologi
Jawaban: B
2. Perbedaan bahasa yang digunakan seseorang ketika berbicara kepada teman dan kepada dosen terutama berkaitan dengan ....
A. konteks sosial
B. fonologi
C. morfologi
D. ejaan
Jawaban: A
3. Istilah khusus yang banyak digunakan dalam lingkungan profesi tertentu dapat dikaji sebagai ....
A. fonem
B. morfem
C. register
D. klausa
Jawaban: C
4. Penggunaan lebih dari satu bahasa dalam kehidupan seorang penutur berkaitan dengan konsep ....
A. multilingualisme
B. monolingualisme
C. fonetik
D. sintaksis
Jawaban: A
5. Ketika seseorang memasukkan unsur bahasa Inggris ke dalam percakapan bahasa Indonesia, fenomena tersebut dapat dikaji melalui ....
A. campur kode
B. fonologi
C. morfologi
D. ortografi
Jawaban: A
Tugas Refleksi
Setelah menyelesaikan Bab 1, mahasiswa diminta melengkapi kalimat berikut:
“Sebelum mempelajari sosiolinguistik, saya menganggap bahasa sebagai .... Namun setelah mempelajari bab ini, saya memahami bahwa ....”
Tuliskan refleksi dalam 150–200 kata.
Tujuan refleksi ini bukan sekadar menguji hafalan konsep, tetapi membantu mahasiswa melihat perubahan pemahamannya tentang hubungan bahasa dan masyarakat.
Rangkuman
Sosiolinguistik adalah bidang kajian yang mempelajari hubungan antara bahasa dan masyarakat.
Pokok-pokok penting yang perlu diingat:
Bahasa → digunakan oleh manusia → dalam masyarakat → dalam konteks sosial tertentu.
Karena itu, penggunaan bahasa dapat berbeda berdasarkan:
Penutur + Mitra Tutur + Situasi + Tempat + Tujuan + Identitas + Kelompok Sosial.
Ruang lingkup sosiolinguistik antara lain:
variasi bahasa → dialek → idiolek → register → ragam bahasa → bilingualisme → multilingualisme → alih kode → campur kode → identitas → sikap bahasa → ideologi bahasa → bahasa dan kekuasaan → perubahan bahasa.
Dengan memahami konsep dasar tersebut, mahasiswa memiliki fondasi untuk mempelajari bab-bab berikutnya dalam sosiolinguistik.
Referensi
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Rineka Cipta. Data katalog perpustakaan mengonfirmasi edisi revisi dan penerbitan Rineka Cipta. UNJ Library
Holmes, J., & Wilson, N. (2017). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Routledge. Macquarie University
Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley.
Inspirasi
Kolaborasi
Pembelajaran
info@ruangpemuda.info
085145459727
© 2024. All rights reserved.
