Pendekatan Project-Based Learning dalam latar belakang penelitian

Temukan latar belakang penelitian, rumusan masalah, dan tujuan penelitian dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dengan pendekatan Project-Based Learning (PJBL). Pelajari cara efektif meningkatkan pembelajaran bahasa dan sastra.

PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA & SASTRA INDONESIA

Kelompok 3

4/2/20265 min read

PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA & SASTRA INDONESIA
PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA & SASTRA INDONESIA

Pendahuluan

Dalam proses penelitian ilmiah, keberhasilan suatu studi sangat ditentukan oleh ketepatan dalam menyusun latar belakang, merumuskan masalah, dan menetapkan tujuan penelitian. Ketiga komponen ini merupakan fondasi utama yang menentukan arah, fokus, dan relevansi penelitian. Dalam konteks pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, kemampuan merumuskan masalah menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon peneliti maupun praktisi pendidikan.

Pada minggu keempat perkuliahan ini, mahasiswa dilatih untuk menyusun latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL). Pendekatan ini menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, di mana mahasiswa secara aktif menghasilkan produk nyata berupa draft proposal penelitian.

Hakikat Latar Belakang Penelitian

Pengertian Latar Belakang

Latar belakang penelitian adalah bagian awal dalam proposal atau laporan penelitian yang berfungsi untuk menjelaskan alasan pentingnya penelitian dilakukan. Latar belakang memuat deskripsi fenomena, fakta empiris, serta kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi nyata.

Menurut Creswell (2014), latar belakang penelitian berfungsi untuk mengkontekstualisasikan masalah penelitian dengan memberikan gambaran umum tentang isu yang diteliti. Sementara itu, Sugiyono (2019) menyatakan bahwa latar belakang harus mampu menunjukkan urgensi dan relevansi penelitian.

Fungsi Latar Belakang

Latar belakang memiliki beberapa fungsi utama:

  1. Menjelaskan fenomena atau masalah yang terjadi

  2. Menunjukkan urgensi penelitian

  3. Mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap)

  4. Mengarahkan pembaca pada rumusan masalah

Komponen Latar Belakang yang Baik

Latar belakang yang baik umumnya memuat:

  • Deskripsi fenomena umum

  • Data atau fakta empiris

  • Kajian teori atau penelitian terdahulu

  • Kesenjangan antara teori dan praktik

  • Alasan pentingnya penelitian dilakukan

Contoh Singkat Latar Belakang

Misalnya dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia:

Kemampuan menulis teks argumentatif siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu menyusun argumen secara logis. Padahal, keterampilan menulis merupakan kompetensi penting dalam kurikulum. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan kemampuan menulis, namun implementasinya di sekolah masih terbatas.

Rumusan Masalah Penelitian

Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang disusun secara sistematis berdasarkan latar belakang. Rumusan masalah menjadi fokus utama yang akan dijawab melalui penelitian.

Menurut Fraenkel, Wallen, dan Hyun (2012), rumusan masalah merupakan pertanyaan spesifik yang mengarahkan seluruh proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis.

Karakteristik Rumusan Masalah yang Baik

Rumusan masalah yang baik harus memenuhi kriteria berikut:

  1. Jelas dan spesifik

  2. Berbentuk pertanyaan

  3. Dapat diteliti secara empiris

  4. Relevan dengan bidang ilmu

  5. Tidak terlalu luas atau terlalu sempit

Jenis Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat dibedakan berdasarkan pendekatan penelitian:

1. Rumusan Masalah Deskriptif

Menanyakan tentang gambaran suatu fenomena.

Contoh:

  • Bagaimana kemampuan menulis siswa dalam teks narasi?

2. Rumusan Masalah Korelasional

Menanyakan hubungan antarvariabel.

Contoh:

  • Apakah terdapat hubungan antara minat baca dan kemampuan menulis siswa?

3. Rumusan Masalah Eksperimental

Menanyakan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain.

Contoh:

  • Apakah penggunaan media digital berpengaruh terhadap kemampuan menulis siswa?

Tujuan Penelitian

Pengertian Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan penelitian merupakan jawaban dari rumusan masalah.

Menurut Arikunto (2013), tujuan penelitian harus dirumuskan secara jelas agar penelitian memiliki arah yang terstruktur.

Ciri-ciri Tujuan Penelitian yang Baik

  • Konsisten dengan rumusan masalah

  • Menggunakan kata kerja operasional (misalnya: mendeskripsikan, menganalisis, menguji)

  • Jelas dan terukur

Contoh Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah sebelumnya:

  • Mendeskripsikan kemampuan menulis teks narasi siswa

  • Menganalisis hubungan antara minat baca dan kemampuan menulis

  • Menguji pengaruh media digital terhadap kemampuan menulis siswa

Keterkaitan antara Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan Penelitian

Ketiga komponen ini memiliki hubungan yang sangat erat:

  • Latar belakang menjelaskan mengapa penelitian dilakukan

  • Rumusan masalah menjelaskan apa yang diteliti

  • Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai

Jika salah satu komponen tidak disusun dengan baik, maka keseluruhan penelitian akan kehilangan arah.

Pendekatan Project-Based Learning (PjBL)

Pengertian PjBL

Project-Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa melalui kegiatan proyek yang menghasilkan produk nyata. Dalam konteks mata kuliah ini, proyek yang dihasilkan adalah draft proposal penelitian.

Menurut Thomas (2000), PjBL merupakan pembelajaran yang menekankan pada investigasi mendalam terhadap suatu topik melalui kegiatan proyek yang terstruktur.

Karakteristik PjBL

  • Berbasis proyek nyata

  • Student-centered learning

  • Mengintegrasikan teori dan praktik

  • Mendorong kolaborasi

  • Menghasilkan produk akhir

Langkah-Langkah PjBL

  1. Penentuan proyek
    Mahasiswa memilih topik penelitian.

  2. Perencanaan proyek
    Menyusun latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan.

  3. Pelaksanaan proyek
    Mengembangkan draft proposal.

  4. Monitoring dan evaluasi
    Dosen memberikan umpan balik.

  5. Presentasi hasil
    Mahasiswa mempresentasikan hasil proyek.

Implementasi PjBL dalam Penyusunan Proposal Penelitian

Dalam pembelajaran minggu ini, mahasiswa diarahkan untuk:

  1. Mengidentifikasi fenomena pembelajaran bahasa

  2. Menyusun latar belakang berdasarkan data dan teori

  3. Merumuskan masalah penelitian

  4. Menyusun tujuan penelitian

  5. Mengembangkan draft proposal sederhana

Contoh Proyek Mahasiswa

Topik: Penggunaan media digital dalam pembelajaran menulis

Output:

  • Latar belakang penelitian

  • Rumusan masalah (3–5 pertanyaan)

  • Tujuan penelitian

Kesalahan Umum dalam Menyusun Rumusan Masalah

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa:

  • Rumusan masalah terlalu umum

  • Tidak sesuai dengan latar belakang

  • Tidak dapat diteliti

  • Mengandung opini, bukan pertanyaan ilmiah

Oleh karena itu, diperlukan latihan yang intensif melalui pendekatan PjBL agar mahasiswa terbiasa menyusun rumusan masalah yang berkualitas.

Kesimpulan

Latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian merupakan komponen penting dalam penelitian ilmiah. Ketiganya saling berkaitan dan menentukan arah penelitian. Dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, kemampuan menyusun ketiga komponen ini sangat penting bagi mahasiswa.

Pendekatan Project-Based Learning (PjBL) memberikan pengalaman belajar yang autentik dan kontekstual, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan penelitian secara praktis. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata berupa proposal penelitian.

Daftar Pustaka

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. Autodesk Foundation.

Krajcik, J. S., & Blumenfeld, P. C. (2006). Project-based learning. In R. K. Sawyer (Ed.), The Cambridge handbook of the learning sciences (pp. 317–334). Cambridge University Press.

https://www.ruangpemuda.info/penelitian-pendidikan-bahasa-and-sastra-indonesia

Penelitian Pendidikan Bahasa dan sastraPenelitian Pendidikan Bahasa dan sastra

REVIEW MAKALAH KELOMPOK (KRISTINA & ROHANI)

Topik: Rumusan Masalah dalam Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PjBL)

A. Penilaian Umum

Makalah ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah:

  • memahami konsep dasar rumusan masalah dalam penelitian

  • mampu mengaitkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)

Namun, secara akademik, makalah ini masih berada pada level:

deskriptif-elementer, belum masuk pada level analitis dan metodologis yang diharapkan dalam mata kuliah penelitian.

B. Kelebihan Makalah

1. Topik cukup spesifik dan kontekstual

  • Mengaitkan rumusan masalah dengan PjBL → ini langkah yang baik

  • Ada upaya menghubungkan metodologi penelitian dengan praktik pembelajaran

2. Struktur cukup rapi

  • BAB I – BAB III tersusun dengan benar

  • Ada tambahan “manfaat penulisan” (ini nilai plus)

3. Penyajian sistematis dan mudah dipahami

  • Pembahasan bertahap (pengertian → ciri → fungsi → contoh)

  • Cocok untuk pembaca pemula

4. Sudah menggunakan referensi dasar metodologi

  • Mengutip tokoh seperti Sugiyono dan Arikunto (meskipun masih terbatas)

C. Catatan Kritis (Masalah Utama)

1. Judul dan Fokus Kurang Sinkron (Masalah Konseptual)

Judul:

“Rumusan Masalah … dengan Pendekatan PjBL”

Namun isi:

  • Lebih banyak membahas rumusan masalah secara umum

  • PjBL hanya sebagai tambahan, bukan fokus analisis

👉 Ini menunjukkan:

ketidakkonsistenan antara judul dan isi

Catatan dosen:

Jika PjBL dimasukkan dalam judul, maka harus menjadi fokus utama analisis, bukan sekadar pelengkap.

2. Pembahasan Terlalu Dangkal (Level Deskriptif)

Hampir seluruh isi:

  • hanya definisi

  • penjelasan umum

  • belum ada eksplorasi ilmiah

Contoh:

“Rumusan masalah adalah…”

👉 Ini hanya level:

  • pengetahuan dasar, bukan analisis penelitian

3. Tidak Ada Analisis Metodologis

Sebagai mata kuliah penelitian, seharusnya dibahas:

  • jenis rumusan masalah:

    • deskriptif

    • komparatif

    • asosiatif

  • hubungan dengan:

    • variabel penelitian

    • desain penelitian

👉 Ini tidak muncul sama sekali

4. Sitasi Tidak Konsisten (Masalah Akademik Serius)

  • Ada penyebutan nama ahli:

    • Sugiyono

    • Arikunto

  • Tetapi:

    • tidak ada format sitasi ilmiah

Contoh:

“Menurut Sugiyono…”

👉 Seharusnya:

(Sugiyono, 2017)

5. Sumber Tidak Kredibel dan Kurang Akademik

Masalah utama:

· Ada sumber:

“Ruang Pemuda. 2023”

👉 Ini bukan sumber ilmiah yang layak untuk makalah penelitian.

Standar yang seharusnya:

  • jurnal ilmiah

  • buku metodologi akademik

  • bukan blog atau website umum

6. Bagian PjBL Sangat Lemah Secara Akademik

Masalah:

  • hanya definisi dan ciri-ciri

  • tidak ada:

    • analisis pedagogis

    • kaitan dengan penelitian

    • desain penelitian berbasis PjBL

👉 Ini membuat:

PjBL hanya “tempelan”, bukan bagian integral

7. Contoh Rumusan Masalah Kurang Tepat Secara Metodologis

Contoh:

“Bagaimana penerapan PjBL?”

👉 Ini terlalu umum dan:

  • tidak operasional

  • tidak jelas variabelnya

Seharusnya:

  • lebih spesifik dan terukur

Contoh revisi:

“Bagaimana pengaruh penerapan model PjBL terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X?”

8. Tidak Ada Kedalaman Analisis

Tidak ditemukan:

  • perbandingan teori

  • kritik terhadap konsep

  • pengembangan argumen

👉 Ini menunjukkan:

mahasiswa belum memahami hakikat berpikir ilmiah

D. Saran Perbaikan (Arahan Dosen)

1. Perbaiki Fokus Judul

Pilih salah satu:

  • Fokus ke rumusan masalah saja

· Atau benar-benar fokus ke:

rumusan masalah dalam penelitian berbasis PjBL

2. Tambahkan Dimensi Metodologis

Wajib ditambahkan:

  • jenis rumusan masalah

  • hubungan dengan variabel

  • kaitan dengan desain penelitian

3. Perbaiki Kualitas Contoh

Contoh harus:

  • spesifik

  • terukur

  • berbasis variabel

4. Gunakan Sitasi Ilmiah yang Benar

Gunakan format:

  • (Sugiyono, 2017)

  • (Arikunto, 2013)

5. Ganti Sumber Tidak Akademik

Hapus:

  • blog / website umum

Tambahkan:

  • jurnal (minimal 3–5 artikel)

6. Perkuat Analisis PjBL

Tambahkan:

  • hubungan PjBL dengan penelitian

  • contoh desain penelitian berbasis PjBL

  • implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia

7. Tingkatkan Level Berpikir

Mahasiswa harus mulai:

  • tidak hanya menjelaskan

  • tetapi:

    • menganalisis

    • membandingkan

    • menyimpulkan

E. Komentar Penutup (Sebagai Dosen)

Makalah ini menunjukkan bahwa mahasiswa:

  • sudah memahami konsep dasar

  • mampu menyusun tulisan ilmiah sederhana

Namun:

Belum menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan analitis yang menjadi tuntutan utama dalam mata kuliah penelitian.

Perlu peningkatan pada:

  • kedalaman konsep

  • ketajaman analisis

  • kualitas sumber ilmiah

F. Estimasi Nilai

  • Struktur: 80

  • Isi: 70

  • Analisis: 60

  • Bahasa: 75

Nilai akhir: B- (cukup, tetapi masih dangkal secara akademik)